PURWOKERTO – Atmosfer kebhinekaan menyelimuti Lobi Kampus 2 Universitas Harapan Bangsa (UHB) pada Jumat, 19 Desember 2025. Mengusung tema besar “Bounded in Art, Connected by Culture”, mahasiswa semester 3 Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris sukses menggelar Cultural Art Festival. Acara yang berlangsung pukul 13.00–17.30 WIB ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Cross Cultural Understanding, yang dirancang untuk merayakan keberagaman melalui seni.
Tirai festival dibuka dengan penampilan memukau tarian kreasi “The Wira Tani Dance: The Heroic Spirit of Banyumas Farmers”. Dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Nasyiatul Aisyiyah, Laeli Rahmawati, dan Zahra Putri, tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah narasi visual.
Mengambil filosofi “Wira” (pahlawan) dan “Tani” (petani), gerakan dinamis para penari merepresentasikan perjuangan, optimisme, dan kemenangan para pahlawan pangan. Penampilan ini menjadi simbol rasa syukur yang mendalam atas kekayaan agraris bumi Banyumas.
Nusantara in Motion: Wajah Indonesia di Satu Panggung
Kecintaan terhadap tanah air divisualisasikan melalui sesi Fashion Show bertajuk “Nusantara in Motion”. Lima mahasiswa tampil anggun dan gagah merepresentasikan keunikan pulau-pulau besar di Indonesia, menyatukan perbedaan dalam satu harmoni gerak:
* Representasi Kalimantan (Dayak): Ika Darahayu.
* Representasi Jawa (Beskap Banyumas): Hasan Malik Ferdiansyah.
* Representasi Sulawesi (Baju Bodo): Novi Andari.
* Representasi Papua: Agil Mushoffa.
* Representasi Sumatera (Palembang): Cinanthya Lila Nindita.

Acara semakin berbobot dengan kehadiran mahasiswa internasional dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di Purwokerto. Sinergi global ini melibatkan:
* UHB: Dania dan Hasan (Sudan).
* UINSAIZU: Al Amin Idris Hassan (Nigeria), Tiam Anfa (Kamboja), dan Brahim Abdoulaye (Kamerun).
* UMP: Denford Zvinowanda (Zimbabwe), Abdalghali Abdallah Moh. Abdallah (Sudan), dan Shaka Gloire Nsengiyumva (Kongo).

Panggung semakin hidup ketika Shaka, Ghali, dan Denford mempersembahkan African Dance yang energik. Tak hanya menari, para mahasiswa asing juga berbagi wawasan melalui presentasi budaya, mulai dari keunikan tradisi Nigeria, pesona Kamerun, hingga kemegahan sejarah Angkor Wat di Kamboja.

Di penghujung acara, interaksi hangat terjalin dalam sesi sharing session. Sebagai tuan rumah, mahasiswa UHB menyuguhkan kuliner tradisional Polo Pendem, aneka umbi-umbian yang dikukus dan Teh Jahe. Sambil menikmati hidangan khas Banyumas ini, terjadi pertukaran cerita yang cair antara mahasiswa lokal dan internasional, memperkuat pemahaman lintas budaya sesuai tujuan acara.
Kesuksesan Cultural Art Festival ini membuktikan komitmen Universitas Harapan Bangsa dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki global mindset dan keterampilan komunikasi lintas budaya yang unggul.