Kemahasiswaan & Alumni UHB

BEM UHB Hadiri Kuliah Umum di UNWIKU Purwokerto Bahas Entrepreneurship 4.0 di Era Digital

Bagikan :

Purwokerto – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menghadiri kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto dengan tema “Entrepreneurship 4.0: Tantangan dan Peluang di Era Digital”. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Bapak Adisatrya Suryo Sulistyo, MBA, selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, sebagai pembicara utama, dengan Ibu Esti Estiningrum, S.H., M.Hum. sebagai moderator. Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti kondisi kewirausahaan di Indonesia yang hingga saat ini masih tergolong rendah, yakni sekitar 4–5% dari total jumlah penduduk. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat yang tingkat kewirausahaannya telah melampaui 10%.

Menurut pembicara, kondisi ini sekaligus menunjukkan besarnya peluang Indonesia untuk melahirkan wirausaha baru, khususnya melalui peran generasi muda yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital. Dalam sektor UMKM, digitalisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Saat ini, sekitar 21 juta pelaku UMKM telah masuk ke dalam ekosistem digital, dan pada tahun 2025 tercatat 3,79 juta UMKM berhasil go online. Meski demikian, penguatan kapasitas dan pendampingan masih sangat dibutuhkan agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal.

Generasi Z dinilai memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak kewirausahaan digital. Karakter Gen Z yang adaptif terhadap perubahan, kreatif, serta akrab dengan teknologi menjadi modal penting dalam membangun usaha. Dalam praktiknya, generasi ini banyak memanfaatkan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan interaksi dengan konsumen.

Lebih lanjut, pembicara menekankan bahwa keberhasilan usaha di era digital sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam memahami perilaku dan kebutuhan konsumen. Kepekaan terhadap tren yang berkembang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, menjadi kunci agar produk dan layanan tetap relevan serta memiliki nilai jual.

Selain itu, pelaku usaha juga disarankan untuk memperkuat pasar domestik sebelum menembus pasar internasional. Dalam menghadapi persaingan global, aspek kualitas produk, kekuatan branding, dan digitalisasi menjadi faktor utama agar produk lokal mampu bersaing secara berkelanjutan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital turut menghadirkan tantangan berupa kesenjangan kompetensi. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu terus mengembangkan hard skill seperti pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital, serta soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi. Untuk menemukan dan mengembangkan peluang usaha di era digital, pelaku usaha dituntut untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memanfaatkan teknologi secara inovatif.

Keikutsertaan BEM UHB dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen mahasiswa Universitas Harapan Bangsa dalam memperluas wawasan, memperkuat literasi kewirausahaan, serta membangun kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era Entrepreneurship 4.0.