Dalam rangka mewujudkan implementasi Kampus Sehat, mahasiswa Kebidanan Universitas Harapan Bangsa melaksanakan pelatihan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I, Kabupaten Banyumas pada 17 April. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kapasitas kader desa.
Pelatihan yang diikuti oleh 78 kader kesehatan ini berfokus pada dua keterampilan utama, yaitu pijat komplementer bayi sebagai stimulasi tumbuh kembang yang aman, serta pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal yang mudah diakses dan bergizi seimbang. Kedua pendekatan ini dinilai efektif dan relevan untuk diterapkan dalam upaya pencegahan stunting di komunitas.
Para peserta mendapat materi edukatif dari tenaga kesehatan profesional, kemudian melanjutkan dengan sesi praktik langsung yang didampingi narasumber dan mahasiswa kebidanan. Diskusi interaktif mengenai pengalaman lapangan memberi ruang bagi kader untuk menemukan solusi praktis yang dapat diterapkan di desa masing-masing.
Keterlibatan mahasiswa kebidanan bukan hanya memperkuat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar kontekstual dalam peran promotif dan preventif di bidang kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini turut mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan layanan kesehatan primer sebagai mitra dalam upaya perbaikan kesehatan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa Kebidanan UHB menunjukkan komitmen untuk memberdayakan masyarakat dan mendukung program nasional penurunan stunting. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dan terus memberikan dampak positif bagi kesehatan anak dan keluarga di wilayah Banyumas.
