Kemahasiswaan & Alumni UHB

The Intertwined Destiny: Rahwana, Shinta, and the Fire of Truth

Bagikan :

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menyelenggarakan pertunjukan teater dalam rangkaian acara Cross-Cultural Showcase and Theatre Performance bertema “Bounded in Art, Connected by Culture” pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lobby Kampus 2 UHB dan menjadi ruang ekspresi akademik sekaligus artistik bagi mahasiswa.

Pertunjukan teater tersebut ditampilkan oleh mahasiswa semester 5 sebagai tugas akhir mata kuliah Drama and Theatre. Seluruh pementasan disajikan dalam bahasa Inggris, mencerminkan komitmen program studi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi global mahasiswa.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktik. Melalui Drama and Theater Performance, mahasiswa diarahkan untuk mengintegrasikan kemampuan berbahasa Inggris, kerja sama tim, dan ekspresi artistik ke dalam sebuah pementasan yang memuat nilai budaya, sosial, dan moral. Proses produksi drama menjadi wadah pembelajaran berbasis pengalaman yang melatih profesionalitas, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan pesan secara komunikatif dan estetis.

Pertunjukan berjudul The Intertwined Destiny: Rahwana, Shinta, and the Fire of Truth memodifikasi kisah klasik Rama dan Shinta dengan sentuhan interpretasi baru. Produksi ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa PBI UHB dan sanggar seni Kiye Bae. Proses latihan dilakukan secara intensif selama kurang lebih dua bulan, mulai dari pembacaan naskah, pendalaman karakter, latihan vokal dan gerak, hingga gladi bersih menjelang pementasan.

Sebanyak 11 mahasiswa terlibat sebagai pemeran dalam pertunjukan ini, yaitu Abi Sadewo sebagai Lesmana, Alma Dwi Saputri sebagai Limbuk, Asyifa Damayana sebagai main dancer, Choerul Isnan Nawawi sebagai Rama, Elsa Febriana sebagai Cangik, Frista Nindya Embun Susanto sebagai narator, Hanifa Aprilia sebagai Kusalawa dan Wibisana, Lilia Istifani sebagai Kumbakarna, Markus Jabat Triyanto sebagai Rahwana, Shiva Aulia sebagai Shinta, serta Vivi Zahiroh sebagai Dewi Sukesi. Setiap pemeran menampilkan karakter dengan pendekatan ekspresif yang memperkuat alur cerita dan pesan moral dalam pertunjukan.

Selain menjadi sarana evaluasi akademik, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Mereka memperoleh pengalaman nyata dalam manajemen produksi, komunikasi lintas peran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris di ruang publik. Bagi penonton, pertunjukan ini menjadi hiburan edukatif yang memperkenalkan kekayaan cerita lokal melalui medium bahasa internasional.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UHB menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa agar berwawasan global tanpa kehilangan akar budaya. Semangat act local, think global tercermin dalam upaya menghadirkan karya yang global minded, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai local wisdom sebagai identitas dan kekuatan utama.