Kemahasiswaan & Alumni UHB

Mahasiswa UHB Ajak Ratusan Siswa SMAN 1 Patikraja Lawan Cyber Bullying dan Wujudkan Generasi Digital yang Cerdas Beretika

Bagikan :

Patikraja, 29 Mei 2026 – Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, di balik kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi, tersimpan ancaman yang kian mengkhawatirkan, yaitu cyber bullying atau perundungan siber. Menyadari pentingnya edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab, mahasiswa Universitas Harapan Bangsa (UHB) menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial, Berani Lawan Cyber Bullying” yang diikuti oleh lebih dari 300 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Patikraja.

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Berkarakter Mandiri dan Budaya ini berlangsung di Aula SMAN 1 Patikraja dengan penuh antusiasme. Di bawah bimbingan Tri Pujiani, M.Pd., Kaprodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, para mahasiswa menghadirkan edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan realitas yang dihadapi remaja saat ini dalam kehidupan digital sehari-hari.

Sejak acara dimulai, suasana aula dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu para peserta. Kegiatan dipandu oleh Diandira Raia Nanda dari Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi sebagai pembawa acara, serta dimoderatori oleh Prastiono dari Program Studi S1 Hukum dan Shahara Eka Putri Maharani dari Program Studi D4 Akuntansi. Berbagai metode interaktif seperti presentasi, diskusi, kuis, hingga sesi tanya jawab membuat kegiatan berlangsung dinamis dan tidak membosankan.

Materi pertama disampaikan oleh Reno Nur Rohmat dari Program Studi S1 Informatika yang mengangkat tema literasi digital dan keamanan bermedia sosial. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa media sosial bukan sekadar tempat hiburan, melainkan ruang publik yang meninggalkan jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan seseorang. Para siswa diajak memahami pentingnya menjaga privasi, melindungi data pribadi, serta membangun citra digital yang positif sejak dini.

Selanjutnya, Tika Kusumawati dari Program Studi D3 Keperawatan membahas dampak cyber bullying terhadap kesehatan mental remaja. Dengan penyampaian yang komunikatif dan disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan pelajar, ia menjelaskan bahwa perundungan siber dapat menyebabkan stres, kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, bahkan berdampak pada prestasi akademik dan hubungan sosial korban.

Sementara itu, Abdul Wahab dari Program Studi S1 Akuntansi mengajak peserta melihat cyber bullying dari perspektif sosial dan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya membangun budaya empati dan saling menghormati dalam interaksi digital.

“Setiap komentar yang kita tulis dapat memberikan dampak bagi orang lain. Karena itu, penting untuk berpikir sebelum mengetik, memahami perasaan orang lain, dan menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan hal-hal positif,” jelasnya.

Tidak hanya memahami teori, para siswa juga dibekali langkah-langkah praktis untuk menghadapi cyber bullying. Mereka diajarkan untuk tidak membalas tindakan perundungan, menyimpan bukti percakapan sebagai dokumentasi, melaporkan akun pelaku melalui fitur yang tersedia, serta tidak ragu mencari bantuan kepada orang tua, guru, maupun pihak yang dipercaya ketika mengalami atau menyaksikan perundungan di dunia maya.

Salah satu hal yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah tingginya partisipasi peserta. Banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga berbagi pengalaman terkait fenomena cyber bullying yang pernah mereka lihat maupun alami di lingkungan sekitar. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa isu perundungan digital merupakan persoalan nyata yang membutuhkan perhatian dan kesadaran bersama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Harapan Bangsa berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, beretika, serta bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digitalnya. Dengan pemahaman yang baik mengenai literasi digital dan bahaya cyber bullying, para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan penuh penghargaan terhadap sesama.

Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, satu komentar dapat menyebar dalam hitungan detik dan meninggalkan dampak yang panjang. Oleh karena itu, bijak bermedia sosial bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi antara mahasiswa Universitas Harapan Bangsa dan siswa SMAN 1 Patikraja, semangat untuk membangun ruang digital yang positif, aman, dan bebas dari cyber bullying terus digaungkan demi terwujudnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berempati. ✨📱🤝

Saring sebelum sharing, pikirkan sebelum berkomentar, dan jadilah bagian dari solusi, bukan bagian dari perundungan.