Kemahasiswaan & Alumni UHB

Small Hands, Big Impact: Tumbuhkan Jiwa Eco Heroes pada Anak Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris

Bagikan :

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Harapan Bangsa berhasil melaksanakan proyek pengabdian pembelajaran bahasa Inggris berbasis eco-literacy bertajuk “Building an Environmentally Responsive Generation: Eco-Literacy Education through E-Storybooks for Children” di Oemah Sinau Bocah Sektor Dakom, Baturraden. Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang bermakna sekaligus menumbuhkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Oemah Sinau Bocah Sektor Dakom, Bapak Slamet, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Harapan Bangsa, Ibu Tri Pujiani, M.Pd. Suasana belajar kemudian dibangun melalui sesi ice breaking yang interaktif sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Pada sesi inti, peserta diajak mengenal tema “Eco Heroes” melalui media e-storybook yang interaktif. Anak-anak mempelajari kosakata dan ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan alam, pengelolaan sampah, pepohonan, serta pelestarian lingkungan. Metode bercerita yang dikemas secara menarik mendorong peserta untuk berpartisipasi aktif sekaligus meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara menyenangkan dan kontekstual.

Sebagai bentuk penguatan materi, peserta juga mengikuti dua kegiatan praktik eco-literacy. Kegiatan pertama berupa praktik memilah sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga anak-anak dapat menerapkan kosakata bahasa Inggris yang telah dipelajari dalam aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, peserta melakukan penanaman pohon di area sekitar sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian alam melalui aksi nyata.

Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, program ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak Oemah Sinau Bocah. Melalui cerita interaktif, praktik memilah sampah, serta penanaman pohon, peserta tidak hanya memperoleh kosakata bahasa Inggris baru, tetapi juga memahami bahwa tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat lingkungan, dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari. Antusiasme yang ditunjukkan peserta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris yang dipadukan dengan praktik nyata mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Proyek ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Melalui integrasi pembelajaran bahasa Inggris dengan praktik nyata, mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar yang autentik, sementara peserta didik belajar menggunakan bahasa Inggris dalam konteks yang relevan dengan kehidupan mereka. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.